Minggu, 27 Maret 2011

Observasi (pengamatan)

Pengamatan merupakan salah satu keterampilan proses dasar. Keterampilan pengamatan menggunakan lima indera yaitu penglihatan, pembau, peraba, pengecap dan pendengar. Apabila siswa mendapatkan kemampuan melakukan pengamatan dengan menggunakan beberapa indera, maka kesadaran dan kepekaan mereka terhadap segala hal disekitarnya akan berkembang, pengamatan yang dilakukan hanya menggunakan indera disebut pengamatan kualitatif, sedangkan pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur disebut pengamatan kuantitatif. Melatih keterampilan pengamatan termasuk melatih siswa mengidentifikasi indera mana yang tepat digunakan untuk melakukan pengamatan suatu objek.
Menurut Adnan, Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan suatu pengamatan, yaitu:
• Harus diketahui kapan dan dimana pengamatan itu dilakukan, misalnya apakah pengamatan itu hanya dilakukan pada waktu dan tempat tertentu saja atau apakah keadaan lingkungannya sama atau berbeda.
• Harus ditentukan objek yang diamati, misalnya mengamati bentuk morfologi daun, mengamati jumlah daun, mengamati bentuk kaki pada unggas.
• Harus diketahui secara jelas data apa yang harus dikumpulkan dan relevan dengan tujuan pengamatan.
• Harus diketahui bagaimana cara mengumpulkan data pengamatan, misalnya untuk mengamati data tinggi tanaman digunakan mistar atau meteran.
• Harus diketahui tentang cara mencatat hasil pengamatan
Hasil pengamatan dapat dibuat dalam bentuk gambar, bagan, tabel dan grafik. Beberapa perilaku yang dapat dikerjakan pada saat pengamatan, yaitu:
• Penggunaan indera-indera, bukan hanya penglihatan.
• Pengorganisasian objek-objek menurut satu sifat tertentu. Pengidentifikasian banyak sifat.
• Pengidentifikasian perubahan-perubahan dalam suatu objek.
• Melakukan pengamatan kuantitatif (Contoh “ 5 kilogram” bukan berat) Melakukan pengamatan kualitatif (Contoh: “Baunya seperti susu asam”, bukan berbau)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar