Senin, 21 Februari 2011

METODE DEMONSTRASI

A. PENDAHULUAN
Kita mengenal adanya berbagai hal yang sangat berpengaruh kepada keberhasilan metode mengajar. Kadang-kadang ada guru yang jika dinilai secara “obyektif” mempunyai pengetahuan tentang metode mengajar yang kurang. Akan tetapi, karena adanya “sesuatu” pada guru itu, maka guru itu telah berhasil menjadi guru yang baik.
Lebih dari 23 abad yang lampau Plato mengajarkan bahwa tidak ada permulaan belajar kecuali karena timbulnya kekaguman. Kekaguman ini langsung menyangkut rasa ingin tahu. Metode mengajar pada hakekatnya merupakan usaha untuk membangkitkan dan mencukupi rasa ingin tahu yang wajar pada anak-anak. Rasa ingin tahu itu merupakan suatu landasan bagi hasrat belajar. Sekali hasrat belajar dapat dibangkitkan, maka proses belajar akan berjalan lancar. Semua kebenaran, tercakup dalam ilmu apapun akan merupakan pemuas hasrat itu.
Jadi hakekat metode mengajar itu ialah membangkitkan rasa ingin tahu siswa dan memuaskan (member pemuas kepada ) rasa ingin tahu siswa. Rasa puas ini akan membangkitkan pula rasa ingin tahu lebih lanjut yang memerlukan pemuas.
Terkait dengan hal yang telah dikemukakan di atas, tulisan ini secara khusus membahas metode demonstrasi sebagai salah satu metode pembelajaran yang perlu dipertimbangkan penggunaannya dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena metode ini memiliki kelebihan, jika penggunaannya mempertimbangkan karakteristik siswa, karakteristik materi ajar, dan tujuan pembelajaran secara baik.

B. PERMASALAHAN
Adapun yang dijadikan fokus kajian atau permasalahan dalam tulusan ini antara lain:
1. Bagaimana pengertian metode demonstrasi?
2. Bagaimana sintaks atau langkah-langkah pengunaan/penerapan metode demonstrasi?
3. Bagaimana prasyarat dan batasan-batasan penerapan metode demonstrasi?
4. Apa yang menjadi keunggulan dan kekurangan metode demonstrasi?
5. Bagaimana guru dapat merencanakan demonstrasi yang efektif?

C. TUJUAN DAN MANFAAT
Secara khusus tulisan ini dimaksudkan untuk menjelaskan tentang: (1) pengertian motode demontrasi, (2) sintaks atau langkah-langkah penerapan metode demonstrasi, (3) prasyarat dan batasan-batasan penerapan metode demonstrasi, (4) keunggulan dan kekurangan metode demonstrasi, (5) bagaimana guru dapat merencanakan demonstrasi yang efektif.
Dengan demikian maka tulisan ini diharapkan dapat bermanfaan bagi kita semua sebagai pengetahuan yang memadai dalam menerapkan metode demonstrasi pada kegiatan pembelajaran.

D. PEMBAHASAN
Mengawali pembahasan dalam tulisan ini, penulis menganggap penting pemaparan perbandingan antara metode dengan pendekatan. Oleh karena kedua istilhan/konsep tersebut seringkali dipahami dan digunakan secara bergantian tampa perbedaan arti yang jelas.
Metode dibedakan dari pendekatan. Pendekatan lebih menekankan pada strategi dalam perencanaan, sedangkan metode lebih menekankan pada teknik pelaksanaannya. Satu pendekatan yang direncanakan untuk satu pembelajaran mungkin dalam pelaksanaan proses tersebut digunakan beberapa metode. Sebagai contoh dalam pembelajaran pencemaran lingkungan. Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran tersebut dapat dipilih dari beberapa pendekatan yang sesuai, antara lain pendekatan lingkungan. Ketika proses pembelajaran pencemaran lingkungan dilaksanakan dengan pendekatan lingkungan tersebut dapat digunakan beberapa metode, misalnya metode observasi, metode didkusi dan metode ceramah. Supaya lebih jelas ikuti perencanaan yang dilakukan oleh seorang guru ketika akan memberi pembelajaran pencemaran lingkungan tersebut. Pada awalnya ia memilih pendekatan lingkungan, berarti ia akan menggunakan lingkungan sebagai fokus pembelajaran. Pada akhir pembelajaran melalui konsep pencemaran lingkungan siswa akan memahami tentang lingkungan sekitarnya apakah sudah tercemar atau tidak. Untuk merealisasikan hal tersebut ia menggunakan metode diskusi dan ceramah. Dalam pembelajarannya ia membuat suatu masalah untuk didiskusikan oleh siswa kemudian ia akan mengakhiri pembelajaran tadi dengan memberi informasi yang berkaitan dengan hasil diskusi. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa metode dan pendekatan dirancang untuk mencapai keberhasilan suatu tujuan pembelajaran.

1. Pengertian Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi/peragaan sebagai metode mengajar merupakan cara mengajar yang mana guru atau ahli memperlihatkan kepada seluruh siswa suatu benda asli, benda tiruan, atau suatu proses. Ini juga berarti bahwa metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan pada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang harus didemonstrasikan.
Dengan metode demonstrasi, siswa dapat mengamati dengan seksama apa yang terjadi, bagaimana proses, bahan apa saja yang diperlukan, serta bagaimana hasilnya. Namun metode ini menjadi kurang bermakna apabila sesuatu yang didemonstrasikan terlalu kecil sehingga susah untuk diamati. Apalagi jika penjelasan yang diberikan kurang lengkap dan tidak jelas. Dalam menggunakan metode ini sebaiknya dilakukan pada tempat dan situasi yang sesungguhnya, serta disertai dengan keberanian siswa untuk mencoba.
Sebagai contoh, alat demonstrasi yang paling pokok adalah papan tulis dan white board, mengingat fungsinya yang multi proses. Dengan menggunakan papan tulis guru dan siswa dapat menggambarkan objek, membuat skema, membuat hitungan matematika, dan lain – lain peragaan konsep serta fakta yang memungkinkan.

2. Langkah-langkah Penggunaan Metode Demonstrasi
Adapun langkah yang perlu dioerhatikan terkait dengan penerapan metode demonstrasi adalah sebagai berikut:
a. Merumuskan dengan jelas kecakapan atau keterampilan apa yang diperoleh setelah demonstrasi dilakukan.
b. Tentukan peralatan yang digunakan, kemudian dicoba dahulu agar pelaksanaan demonstrasi tidak mengalami kegagalan.
c. Menetapkan prosedur yang dilakukan, dan sebelum demonstrasi dilakukan perlu diadakan percobaan terlabih dahulu.
d. Menentukan lama pelaksanaan demonstrasi.
e. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan komentar pada saat maupun sesudah dmonstrasi.
f. Meminta kepada siswa untuk mencatat hal-hal yang dianggap perlu.
g. Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa.

3. Prasyarat Metode demontrasi
Agar penerapan metode demonstrasi dapat berdaya guna, perlu diperhatikan syarat-syarat penerapannya sebagai berikut:
a. Kegiatan pembelajaran bersifat normal, magang atau latihan bekerja
b. Bila materi pelajaran berbentuk keterampilan gerak
c. Guru, pelatih , instruktur bermaksud menyederhanakan penyelesaian kegiatan yang panjang
d. Pengajar bermaksud menunjukkan suatu standar penampilan
e. Untuk menumbuhkan motivasi siswa tentang latihan/ praktik yang kita laksanakan
f. Untuk dapat mengurangi kesalahan-kesalahan
g. Bila beberapa masalah yang menimbulkan pertanyaan pada siswa dapat dijawab lebih teliti waktu proses demonstrasi

4. Batas-batas Metode Demonstrasi
Beberapa batasan metode demonstrasi yang perlu diketahui antara lain:
a. Demonstrasi akan merupakan metode yang tidak wajar bila alat didemostrasikan tidak dapat diamati dengan seksama oleh siswa
b. Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak diikuti dengan sebuah aktivitas dimana para siswa sendiri dapat ikut bereksperimen dan menjadikan aktifitas itu pengalaman ptribadi
c. Tidak semua hal dapat didemosntrasikan di dalam kelompok
d. Kadang-kadang bila suatu alat dibawa ke dalam kelas kemudian didemonstrasikan, terjadi proses yang berlainan dengan proses dalam situasi nyata
e. Jika setiap orang diminta mendemostrasikan maka dapat menyita waktu yang banyak dan membosankan bagi peserta lainnya

5. Kelebihan Metode Demonstrasi
Beberapa kelebihan atau keunggulan metode demonstrasi yang dapat dikemukakan dalam tulisan ini, yaitu:
a. Mebuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret
b. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan .
c. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
d. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa
e. Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari
f. Proses pengajaran lebih menarik
g. Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan
h. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda.
i. Memudahkan berbagai jenis penjelasan .
j. Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melalui pengamatan dan contoh konkret, dengan menghadirkan obyek sebenarnya

6. Kekurangan Metode
Seperti diketahui bahwa tidak ada satu metode sekalipun yang dapat mengatasi atau yang cocok untuk segala kondisi, karakteristik materi, karakteristik siswa, dan tujuan pembelajaran. Tidak terkecuali metode demonstrasi, juga memilki kekurangan, antara lain:
a. Memerlukan keterampilan guru secara khusus
b. Fasilitas seperti peralatan, tempat dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik
c. Memrlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang
d. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan.
e. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan
f. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan

7. Bagaimanakah Guru Dapat Merencanakan Demonstrasi Yang Efektif?
Terkait dengan perencanaan penerapan metode demonstrasi maka guru perlu memperhatikan hal-hal seperti berikut:
a. Merumuskan tujuan yang jelas dan sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat dicapai atau dilaksanakan oleh siswa itu sendiri bila demonstrasi itu berakhir.
1). Mempertimbangkan apakah metode itu wajar dipergunakan dan merupakan metode yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan.
2). Apakah alat-alat yang diperlukan untuk demonstrasi itu bisa didapat dengan mudah, dan apakah alat-alat itu sudah dicoba terlebih dahulu supaya waktu dilakukan demonstrasi tidak gagal.
3). Apakah jumlah alat/bahan memungkinkan diadakan demonstrasi dengan jelas?
b. Menetapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilaksanakan. Dan sebaiknya sebelum demonstrasi dilakukan, oleh guru sudah dicoba terlebih dahulu supaya tidak gagal pada waktunya.
c. Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan. Apakali tersedia waktu untuk memberi kesempatan siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan komentar selama dan sesudah dernonstrasi. Menyiapkan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa untuk rnerangsang observasi.
d. Selama demonstrasi berlangsung kita bertanya pada diri sendiri apakah :
1). Keterangan-keterangan itu dapat didengar dengan jelas oleh siswa.
2). Alat itu telah ditempatkan pada posisi yang baik sehingga setiap siswa dapat melihat dengan jelas.
3). Perlu disarankan kepada siswa untuk membuat catatan-catatan seperlunya dengan waktu secukupnya.
e. Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan murid. Seringkali perlu terlebih dahulu diadakan diskusi-diskusi dan siswa mencobakan lagi demonstrasi agar memperoleh kecekatan yang lebih baik.

E. PENUTUP
Terkait dengan permasalahan dan pembahasan yang dikemukakan dalam tulisan maka dapat disimpulkan bahwa: metode demonstrasi merupakan metode yang tepat digunakan pada materi menunjukkan adanya proses, materi yang bersifat abstrak, dan materi yang membutuhkan pemodelan, Metode demonstrasi merupakan metode yang memiliki batasan-batasan dalam penggunaannya, sehingga dalam penerapannya perlu diprhatikan sintaksnya secara tepat. Demikinan pula halnya bahwa selain memiliki keunggulan, metode demonstrasi juga memiliki kelemahan.

F. DAFTAR PUSTAKA
Sayiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Penerbit Rineka Cipta, Cetakan ke tiga, Agustus 2006.

Sayiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak didk – dalam interaks edukatif, Penerbit Rineka Cipta, Cetakan Pertama , Februari 2000.

Subiyanto, Strategi Belajar-Mengajar Ilmu Pengetahuan Alam, Penerbit IKIP Malang, Cetakan ke dua, Maret 1990.

Roestiyah N.K, Strategi Belajar Mangajar, Penerbit Rineka Cipta, Cetakan ke tujuh , Maret 2008.

http://smacepiring.wordpress.com/ pendekatan-dan-metode-pembelajaran

http://martiningsih.blogspot.com/ macam-macam-metode-pembelajaran.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar